RENDAHNYA INFLASI DI INDONESIA: APA YANG PERLU DIWASPADAI?

LPM NASIONAL FISIP - UMUM
RENDAHNYA INFLASI DI INDONESIA: APA YANG PERLU DIWASPADAI?

Rendahnya tingkat inflasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tampaknya sangat hangat diperbincangkan. Inflasi sangat penting dalam perekonomian dan pengolahannya menjadi tugas utama bank sentral dan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Inflasi yang terjaga memberikan stabilitas harga, meningkatkan daya beli masyarakat, dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi.

 

Beberapa pengamat ekonomi menilai hal ini menjadi tanda bahaya bagi perekonomian di indonesia. BPS mencatat inflasi indonesia terendah dalam sejarah terjadi pada tahun 2024. Inflasi tercatat 1,57 persen secara tahunan pada tahun lalu. Salah satu penyebab terbesar dari inflasi yang rendah kemungkinan terjadinya deflasi.

 

Deflasi, yang ditandai dengan penurunan harga secara umum, dapat mengakibatkan penurunan konsumsi masyarakat. Ketika harga barang dan jasa terus menurun, konsumen mungkin menunda pembelian mereka, dan berharap harga akan lebih rendah di masa mendatang.

 

“Pada Januari 2025, secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,76 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025,” Kata Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. 

 

Sektor usaha kecil dan menengah (UKM) sering kali menjadi yang paling terdampak oleh inflasi yang rendah. Dengan keuntungan yang tipis, UKM mungkin menghadapi kesulitan dalam mempertahankan kelangsungan usaha mereka. Jika biaya produksi tetap tinggi sementara harga jual cenderung menurun, banyak UKM yang terpaksa mengurangi produksi atau bahkan tutup. Ini akan berdampak pada lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menilai fenomena inflasi di indonesia belakangan ini harus diwaspadai. Menurut Andry, hal tersebut bisa jadi sinyal dari dua persoalan.

 

Pertama, sinyal pelemahan daya beli masyarakat. Kedua, pelemahan perekonomian secara keseluruhan. “Ini sudah alarm bahaya menurut saya. Industri manufaktur terus tumbuh rendah konsisten dari tiap tahun. Mulai dari 2022, 2023, 2024 itu kalau kita lihat pertumbuhannya terus menurun,”

katanya.

 

Ia juga mengatakan Presiden Prabowo harus segera turun tangan menangani kondisi ini. “Kalau tidak ada langkah extraordinary effort, itu menurut saya lupakanlah pertumbuhan ekonomi 5 persen tersebut. Jadi situasi ini yang menurut saya harus diputarbalikan,” ujarnya.

 

Penulis: Sifra 

LPM NASIONAL FISIP - UMUM Senin, 10 Feb 2025 - 9:25 pm

MUNGKIN KAMU SUKA

Aksi Tuntut Pelanggaran HAM Tak Kunjung Menuai Respon

LPM NASIONAL – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) tergabung dalam Aliansi…

LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
GERAKAN KEMANUSIAAN MAHASISWA KOTA PALU TURUN LANGSUNG MEMBERIKAN BANTUAN

Pada Tanggal (18/05/2024) Gerakan Kemanusiaan Mahasiswa Se Kota Palu (GKM) turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah…

LPM NASIONAL FISIP 10 bulan yang lalu